Selasa, 28 Desember 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANTENATAL

Pengkajian Dasar Data Klien

Aktivitas
 Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8-12 minggu), kembali pada tingkat prakehamilan selama setengah kehamilan terakhir
 Denyut nadi dapat meningkat 10-15 dpm
 Murmur sistolik pendek dapat terjadi sehubungan dengan peningkatan volume
 Episode simkope
 Varises
 Sedikit edema ekstremitas bawah/tangan mungkin ada (terutama pada trimester akhir)

Integritas ego
 Menunjukan perubahan persepsi diri

Eliminasi
 Perubahan pada konsistensi/frekuensi defekasi
 Peningkatan frekuensi perkemihan
 Urinalisis: peningkatan berat jenis
 Hemoroid

Makanan/cairan
 Muala dan muntah, terutama trimester pertama; nyeri ulu hati umum terjadi
 Penambahan berat badan: 2-4 lb trimester pertama ; trimester kedua dan ketiga, masing-masing 11-12 lb
 Membran mukosa kering; hipertrofi jaringan gusi dapat terjadi, dapat mudah berdarah
 Hb dan Ht rendah, mungkin ditemui (anemia fisiologis)
 Sedikit edema dependen
 Sedikit glikosuria mungkin ada
Ketidaknyamanan/nyeri
 Kram kaki, nyeri tekan dan bengkak pada payudara

Pernafasan
 Hidung tersumbat; mukosa lebih merah dari biasanya
 Frekuensi pernafasan dapat meningkat

Seksualitas
 Penghentian menstruasi
 Perubahan respon/aktivitas seksual
 Leukorea mungkin ada
 Peningkatan progresif pada ukuran uterus
 Perubahan payudara
 Perubahan pigmentasi: Kloasma, linea nigra, palmar eritema, spider nevi, striae gravidarum
 Tanda-tanda Goodell, Hegar, Chadwick positif

Pemeriksaan Diagnostik
 JDL: menunjukan anemia, hemoglobinipatis
 Golongan darah: ABO dan Rh untuk mengidentifikasi risiko terhadap inkompabilitas
 Usap vagina/rectal: Tes untuk Neisseria gonorrhea, Chlamydia
 Tes serologis: menentukan adanya sifilis, penyakit hubungan kelamin lain
 Skrining: terhadap HIV, hepatitis, tuberculosis
 Paps smear: mengidentifikasi neoplasia, herpeks simpleks tipe 2
 Urinalisis: Skrin untuk kondisi medis (mis, untuk pemastian kehamilan, infeksi, diabetes, penyakit ginjal)
 Tes HCG positif
 Sonografi: ada janin setelah gestasin 8 minggu


Asuhan keperawatan
Prioritas Keperawatan
1. Mendorong klien untuk berperilaku meningkatkan kesehatan
2. Mendeteksi faktor-faktor risiko aktual atau potensial
3. Mencegah/mengatasi komplikasi
4. Membantu mengembangkan adaptasi positif klien/pasangan terhadap kehamilan

Dx keperawatan : risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
Tujuan : - Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
- Mnegikuti diet yang dianjurkan
- Mengkonsumsi suplemen zat besi/vitamin sesuai resep
- Menunjukan penambahan berat badan
Intervensi ;
 Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan makanan dulu/sekarang dengan menggunakan batasan 24 jam
R/ : Kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibuselama kehamilan
 Timbang berat badan klien
R/ : Ketidakadekuatan penambahan berat badan prenatal dan/atau dibawah berat badan normal masa kehamilan, meningkatkan risiko retardasi pertumbuhan intrauterin
 Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan makanan dan tingkat motivasi untuk memakannya
R/ : Memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkin didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon terhadap lapar, dan respon tubuh terhadap lapar
 Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/muntah
R/ : Mual/muntah trimester pertama dapat berdampak negative pada status nutrisi prenatal, terutama pada periode kritis perkembangan janin
 Buat rujukan yang perlu sesuai indikasi
R/ : Mungkin diperlukan bantuan tambahan terhadap pilihan nutrisi; dapat membatasi anggaran/keuangan

Dx Keperawatan : Risiko tinggi kekurangan volume cairan b/d mual dan muntah
Tujuan : - mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari
- mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala-gejala dehidrasi yang memerlukan tindakan
Intervensi :
 Auskultasi denyut jantung janin
R/ : adanya denyut jantung janin memastrikan adanya janin bukan mola hidatidosa
 Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
R/ : memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan kadar HCG, perubahan metabolisme karbohidrat dan penurunan motilitas gastric memperberat mual dan muntah pad trimester pertama
 Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis., ulkus peptikum, gastritis, kolesistisis)
R/ : Membantu dalam mengenyampingkan penyebab lain. Untuk mengatasi masalah khusus dalam mengidentifikasi intervensi
 Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urine, dan penurunan berat badan tiap hari
R/ : membantu dalam menentukan mual dan muntah yang tidak terkontrol (hiperemesis gravidarum)
 Kaji suhu dan turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah. suhu, masukan/haluaran, dan berat jenis urine. Timbang berat badan klien dan bandingkan dengan standar
R/ : Indikator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/kebutuhan nutrisi
 Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat, makan enam kali sehari dengan jumlah sedikit, dan makan tinggi karbohidrat
R/ : Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung

Dx keperawatan : risiko tinggi konstipasi b/d penurunan motilitas usus
Tujuan : - Mempertahankan pola fungsi usus normal
- Mengidentifikasi perilaku yang memberatkan atau berisiko
- Melaporkan tindakan tepat yang dilakukan individu untuk meningkatkan eliminasi
Intervensi :
 Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum kehamilan, perhatikan perubahan selama hamil
R/ : Pola eliminasi diperhatikan bila mungkin. Peningkatan kadar progesterone merilekskan otot polos saluran GI, mengakibatkan penurunan peristaltic dan meningkatnya reabsorpsi air dan elektrolit.
 Kaji adanya hemoroid (Rujuk pada MK : ketidaknyamanan)
R/ : Varises rectum seringkali terjadi pada konstipasi yang lama.
 Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padi-padian, serat, makanan kasar, dan masukan cairan yang adekuat
R/ : Bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu meningkatkan keefektifan pola defekasi
 Anjurkan latihan ringan secara teratur. Beritahu klien supaya menghindari latihan yang lama dan keras
R/ : Meningkatkan peristaltic dan membantu mencegah konstipasi

Dx keperawatan : Ketidaknyamanan b/d perubahan fisik
Tujuan : - Melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan
- Melaporkan ketidaknyamanan
Intervensi :
 Kaji terus-menerus ketidaknyaman klien dan metode untuk mengatasinya
R/ : Data dasar terbaru untuk merencanakan perawatan
 Kaji status pernafasan klien
R/ : Penurunan kapasitas pernafasan saat uterus menekan diagfragma, menyebabkan dispnea
 Perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan
R/ : Lordosis dan regangan otot disebabkan oleh pengaruh hormone (relaksin, progesterone). Intervensi multiple biasanya lebih membantu untuk menghilangkan ketidaknyamanan
 Perhatikan adanya kram kaki
R/ : Menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ketidakseimbangan kalsium-fosfor atau karena tekanan dari pembesaran uterus pada saraf yang mensuplai ekstremitas bawah
 Perhatikan keluhan frekuensi BAK dan tekanan pada kandung kemih
R/ : Pembesaran uterus trimester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih

Dx Keperawatan : Perubahan eliminasi urine b/d pembesaran uterus
Tujuan : - Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi
- Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius


Intervensi :
 Berikan informasi tentang perubahan perkemihan
R/ : Membantu klien memahami alasan fisiologis dari frekuensi berkemih dan nokturia. Pembesaran uterus menurunkan kapasitas kandung kemih
 Anjurkan klien untuk melakukan posisi miring kiri saat tidur. Perhatikan keluhan-keluhan nokturia
R/ : meningkatkan perfusi ginjal; memobilisasi bagian yang mengalami edema dependen
 Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama
R/ : Posisi ini memungkinkan terjadinya sindrom vena kava dan menurunkan aliran vena
 Berikan informasi mengenai penggunaan diuretic dan penghilangan natrium dari diet
R/ : Kehilangan/pembatasan natrium dapat sangat menekan regulator rennin-angiotensin-aldosteron dari kadar cairan, mengakibatkan hipovolemia berat
 Tes urine midstream untuk memeriksa albumin
R/ : Dapat mengindikasikan spasme glomerulus atau penurunan perfusi ginjal

Dx Keperawatan : Pola nafas tak efektif b/d penekanan diagfragma
Tujuan : - Melaporkan penurunan frekuensi/beratnya keluhan
- Mendemonstrasikan perilaku yang optimal fungsi pernafasan
Intervensi :
 Kaji status pernafasan
R/ : Menentukan luas/beratnya masalah yang terjadi
 Dapatkan riwayat dan pantau masalah medis yang terjadi
R/ : Masalah lain dapat terus mengubah pola pernafasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu/janin

 Kaji kadar Hb dan Ht
R/ : Peningkatan kadar plasma pada gestasi ke 24-32 mengencerkan kadar Hb, mengakibatkan kemungkinan anemia dan menurunkan kapasitas pembawa oksigen
 Berikan informasi yang rasional mengenai kesulitan bernafasdan program aktivitas/latihan yang realistis
R/ : Menurunkan kemungkinan gejala-gejala pernafasan yang disebabkan oleh keletihan
 Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan klien untuk mengurangi masalahnya
R/ : Postur yang baik dan makan sedikit membantu memaksimalkan penurunan diagfragmatik dan meningkatkan ketersediaan ruang untuk ekspansi paru

Dx Keperawatan : Gangguan citra tubuh b/d perubahan fisik
Tujuan : - Mengungkapkan penerimaan/adaptasi bertahap untuk mengubah konsep diri
- Mendemonstrasikan citra tubuh positif dengan mempertahankan kepuasan penampilan keseluruhan
Intervensi :
 Tinjau ulang/kaji sikap terhadap kehamilan, perubahan bentuk dan sebagainya
R/ : Pada trimester kedua perubahan bentuk telah nampak. Respon negative dapat terjadi pada klien/pasangan yang memiliki konsep diri yang rapuh, didasarkan penampilan fisik
 Diskusikan perubahan aspek fisiologis dan respon klien terhadap perubahan
R/ : Individu bereaksi secara berbeda terhadap perubahan yang terjadi. Informasi dapat membantu klien memahami/menerima apa yang terjadi
 Diskusikan metode perawatan kulit
R/ : Belajar dan ikut untuk melihat dan merasa lebih baik mungkin membantu untuk mempertahankan perasaan positif tentang diri
 Rujuk pada sumber-sumber lain seperti konseling
R/ : Mungkin membantu dalam memberikan dukungan tambahan selama periode ini.
Dx Keperawatan : Kurang pengetahuan b/d kurang informasi
Tujuan : - Menjelaskan perubahan fisiologis/psikologis normal berkaitan dengan kehamilan
- Menunjukan perawatan diri sendiri yang meningkatkan kesehatan
- Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya kehamilan
Intervensi :
 Buat hubungan perawat-klien yang mendukung terus-menerus
R/ : Peran penyuluh dapat memberikan bimbingan antisipasi dan meningkatkan tanggung jawab individu terhadap kesehatan
 Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkaitan dengan perubahan fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan
R/ : Memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dan membuat rencana perawatan
 Klarifikasi kesalahpahaman
R/ : Ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapat mengganggu pembelajaran selanjutnya
 Tentukan derajat motivasi untuk belajar
R/ : Klien dapat mengalami kesulitan dalam belajar kecuali kebutuhan untuk belajar itu jelas
 Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
R/ : Penerimaan penting untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan
 Berikan bimbingan antisipasi, meliputi diskusi tentang nutrisi, latihan, tindakan yang nyaman, istirahat dll
R/ : Informasi mendorong penerimaan tanggung jawab dan meningkatkan keinginan untuk melakukan perawatan diri

Dx Keperawatan : Risiko tinggi cedera janin b/d malnutrisi
Tujuan : - memulai perilaku yang meningkatkan kesehatan diri sendiri dan janin
Intervensi :
 Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu
R/ : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan langsung dengan kesejahteraan ibu khususnya pada trimester pertama
 Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan
R/ : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70% karena latihan keras
 Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien
R/ : malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada janin dan bayi berat badan lahir rendah
 Catat masukan protein. Pantau Hb dan Ht
R/ : Masukan protein penting untuk perkembangan jaringan otak janin; Hb esensial untuk pengangkutan oksigen
 Kaji terhadap kemungkinan resiko tinggi berkenaan dengan kelainan genetic
R/ : Klien yang berisiko terhadap kelainan genetic tertentu dapat membutuhkan tes untuk menentukan apakah janin terpengaruh

Dx Keperawatan : Risiko tinggi cedera ibu b/d adanya hipertensi
Tujuan : - Mengungkapkan pemahaman tentang factor-faktor resiko individu yang potensial
- Bebas dari komplikasi
Intervensi :
 Periksa/evaluasi factor-faktor resiko yang ada sebelumnya
R/ : Situasi potensial risiko tinggi sering menjadi masalah dan memerlukan intervensi segera
 Dapatkan kultur vagina. Kaji terhadap adanya infeksi dan penyakit hubungan seksual
R/ : Infeksi vaginal atau PHS yang tidak diobati menimbulkan ketidaknyamanan berat pada klien dan risiko terhadap janin
 Tinjau ulang kebutuhan terhadap kelahiran sesaria dan jadwalkan prosedur, bila dalam 4 hari kelahiran dan kultur vagina positif terdapat virus herpeks simpleks
R/ : Mencegah infeksi neonatus selama proses kelahiran
 Berikan pengawasan yang ketat dan terus-menerus terhadap klien diabetic
R/ : Wanita diabetic paling cenderung terhadap masalah trimester ketiga yang berhubungan dengan absurpsi plasenta, ISK
 Dapatkan Hb dan Ht pada ghestasi minggu ke 28. Pastikan bahwa klien menaati masukan zat besi dan vitamin prenatal setiap hari
R/ : Mendeteksi anemia dengan hipoksemia/anoksia potensial pada klien dan janin


Patofisiologi berdasarkan penyimpangan KDM

Peningkatan sekresi hormone
(estrogen dan progesteron)


Tonus otot trak. digestivus

1 komentar: