Minggu, 09 Januari 2011

TEKNIK PELAKSANAAN PUNCTI LUMBAL PADA ANAK

a. Pengertian
Puncti lumbal adalah suatu tindakan invasif yang dilakukan pada tingkat L3-L4 atau L4-L5 untuk menegakkan diagnostic.

b. Tujuan
Prosedur ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Diagnostik : untuk memperoleh cairan serebrospinal bagi pemerikasaan dalam kasus diduga adanya meningitis.
2. Untuk mengurangi tekanan cairan serebrospinal pada hidrosefalus dan meningitis.
3. Untuk memberikan obat, mosalnya penisilin.
4. Untuk memberikan anestesi spinal.
5. Untuk pemeriksaan X-ray dan ventrikel.

c. Indikasi
Indikasi tindakan ini pada :
 Meningitis
 Ensefalitis

d. Kontraindikasi
Kontraindikasi pada :
 Koagulapati
 Infeksi yang terlokalisir pada region lumbal
e. Persiapan alat
1. Alat-alat steril :
 Sarung tangan steril
 Jarum spinal dengan ukuran yang diperlukan
 Kasa steril
 Spuit 2,5 cc dan jarum
 Duk steril
 Lidokain 1%
 Masker dan pelindung mata
 4 selang steril
 Penampung cairan serebrospinal
 Manometer untuk pengelolaan tekanan
2. Alat-alat non steril :
 Betadine
 Bengkok
 Plester
 Korentang

f. Persiapan anak
Klien dan keluarga diberi penjelasan dan kaji persiapan untuk pelaksanaan prosedur
Mengatur posisi klien :
 Penting agar anak dicegah untuk tidak bergerak sementara tindakan ini dilakukan dan hal ini dapat dicapai dengan menempatkan anak pada satu sisi
 Punggung sejajar dengan tepi meja
 Lengan kanan perawat ditempatkan pada lutut anak dengan menggenggam lengan
 Tangan kiri perawat ditempatkan sekeliling leher dan melengkungkan punggung. Hal ini memperbesar ruang intravertebral
 Cara lin, anak dapat ditempatkan dalam posisi duduk dengan ditopang oleh perawat atau orang tua anak

g. Pelaksanaan
1. Jelaskan prosedur pelaksanaan pada klien dan keluarga
2. Atur posisi klien pada tempat tidur
3. Pilihlah dan berikan tanda pada vertebrata L3-L4 atau L4-L5
4. Pasang perlak pada tempat tidur
5. Dekatkan bengkok pada punggung klien
6. Mencuci tangan dan memasang sarung tangan, masker dan pelindung mata
7. Pasang duk bolong pada daerah yang akan ditusuk
8. Lakukan anestesi daerah tersebut dengan lidokain 1%
9. Jarum spinal ditusukkan diantara ruang dan memasuki subarachnoid, setelah jarum berada didalam spasium subarachnoid, maka lepaskan stilet dan pasanglah manometer untuk mengukur tekanan pembukaan. Jikan aliran cairan serebrospinal yang bebas tidak diperoleh, maka secara perlahan cobalah memutar jarum 180 derajat
10. Dapatkan contoh cairan serebrospinal (1 ml per selang) untuk pemeriksaan laboratorium dan pasang etiket pada specimen
11. Bila selesai lepaskan jarum dan pasanglah perban
12. Perhatikan keadaan umum pasien
13. Klien dibiarkan tengkurap selama kira-kira 4 jam untuk menghindari nyeri kepala post puncti lumbal. Jika nyeri kepala pasca puncti berat, maka kaki tempat tidur dapat dinaikkan dan diberikan cairan glucose dan oksigen. Jika terdapat nyeri di leher, tungkai atau punggung hal ini harus dilaporkan, kemungkinan disebabkan oleh perdarahan ke dalamm theca atau karena infeksi.
14. Alat-alat dibereskan dan mencuci tangan.

h. Evaluasi
Perhatikan keadaan umum dan kenyamanan anak

i. Dokumentasi
 Catat warna cairan serebrospinal
 Catat waktu pelaksanaan
 Catat perawat yang melakukan tindakan

DAFTAR PUSTAKA


Hudok & Gallo, 1996, Keperawatan Kritis, EGC Jakarta.

Marc Dumas, 1996, Prosedur Kedaruratan, EGC Jakarta.

Rosa M. Sacharin, 1996, Prinsip Keperawatan Pediatrik, EGC Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar